POSTING

Jumat, 21 Januari 2011

TEMPAT MAKANAN ENAK DI MOJOKERTO

budianto bilang,
ada tempat namanya warung pojokbadung,
di dusun badung kelurahan kedung lengkong kecamatan dlanggu kabupaten mojokerto jawa timur.,
yang jualan lontong kikil,rujak cinggur,soto daging.
makanannya Halal.
Katanya sih, ...budianto ,
ada makanan khas suroboyo yaitu lontong kikil dan rujak cinggur soto daging enak banget sudah terkenal sampai mana-mana harga sangat terjangaku ,yang punya namanya mbak mar badung warungnya depan toko baju badung

kelme bilang,
ada tempat namanya Tahu Campur Mojoagung,
di JL Raya Mojoagung Jombang,
makanannya Halal.
Katanya sih, ...
Katanya sih, ...Rayanya uenak banget .. masaknya pake arang bukan pake minyak atau kompor gas jadi aromanya juga wangi dan khas jika sedang berada di jombang atau mojokerto gak ada salahnya mencoba tahu campur ini.

Oddiezz bilang,
ada tempat namanya Depot Anda,
di Jln Brawijaya,
yang jualan Sop Buntut.
makanannya Tidak tahu.
Katanya sih, ...A must go !
Khas mojokerto
Sop Buntut, Rawon, Nasi rames.

menu baru Sop Buntut goreng, Rawon Buntut goreng, Rawon Iga.

Dani bilang,
ada tempat namanya Depot "Pangestu",
di Jl. RA.Basuni Sooko (depan SMEA Negeri Sooko),
yang jualan Nasi campur, Rawon, Gado2, Urap ayam panggang, dll.
makanannya Halal.
Katanya sih, ...Semua menu uenak poll, sangat cocok untuk lidah kita orang indonesia, buktinya banyak acara2 yang diselenggarakan instansi pemerintahan/sekolah/swasta pesan nasi kotak/tumpeng disini. Jangan lupa dicoba ya....

Dani bilang,
ada tempat namanya Pecel Madiun "Bu Sarkiyah",
di Jl. Pahlawan (depan SPBU Bhayangkara),
yang jualan Pecel,Rawon,Nasi campur,Sayur asem dll.
makanannya Halal.
Katanya sih, ...Meskipun judulnya pecel madiun, tapi rawonnya juga nggak kalah enak, juga menu yang lain uenak poll. Kalau ke Mojokerto jangan lupa mampir ya....

adi priyono bilang,
ada tempat namanya Pecel Bhayangkara,
makanannya Halal.
Katanya sih, ...Bersih dan Segar


Djani bilang,
ada tempat namanya Anda,
di Di samping supermarket San Rio,
yang jualan Sop Buntuut, Gado2, pokoke makanan Jatim deh.
makanannya Halal.
Katanya sih, ...Djani bilang, Makan di Anda uenak tenan apalagi makannya bareng2 dan dibayar'in lagi, puasti uenak dan kenyang sekali, iyo ora' Rek ? Silahkan berkunjung di restoran Anda, samping supermarket San Rio,Okey2...salam hangat dari Mojokerto....

KESENIAN JAMAN KERAJAAN MOJOPAHIT




















pada masa R.Wijaya membuka (babat) hutan tarik yang kemudian hari bakal menjadi pusat Kerajaan Majapahit bersama pendukungnya mengalami berbagai kesulitan hambatan dan perlawanan dari para danyang,jin,peri,perayangan untuk menambah kekuatan fisik dan mental spiritual, R. Wijaya memberikan bekal jaya kawijayan/kesaktian menggunakan senjata Sodo Lanang. Atraksi kesenian ujung diadakan pada saat hari baik tatkala bulan purnama ditempat khusus seperti tanah lapang,muka balai desa,muka pendopo Agung dan candi-candi peninggalan Majapahit. Kesenian Ujung perkembangannyasekarang menampilkan bentuk kreatif antara lain dengan menggunakan alat-alat pukul "Sodo Lanang" dalam ukuran gede ditambah dengan penampilan sehingga seperti reog/jahilan,Warog Ponorogo,lawak lokal dan tampilan penaripenari cantik sehingga semakin memukau yang menyaksikan.

PSMP DI TANGAN BUPATI MOJOKERTO TERPILIH Bapak MUSTOFA KAMAL PASHA

Nasib PSMP di tangan Mustofa

Mojokerto.web.id - Nasib PSMP di tangan Mustofa. Bagaimana wajah manajemen MP musim depan? Sepertinya kita masih harus bersabar untuk melihatnya. Sebab besar kemungkinan manajemen musim depan baru akan ditentukan oleh bupati terpilih Mustofa Kamal Pasa setelah dilantik 18 Oktober nanti.

''Karena memang ketua MP itu dijabat ex officio bupati Mojokerto,'' terang Budiyono, sekretaris MP sekaligus sekdakab Mojokerto kala rembug bareng Empemania di Radar Mojokerto (2/7). Sehingga begitu Suwandi menanggalkan jabatannya sebagai bupati, pada saat yang sama jabatannya sebagai ketua MP juga akan berpindah tangan. Sebaliknya, pada saat Mustofa dilantik sebagai bupati, pada saat itu juga dia akan memegang jabatan sebagai ketua MP secara otomatis.

Makanya, dia tidak mau tergesa-gesa memutuskan manajer MP musim depan. Dia juga mau menampung semua aspirasi mayoritas Empemania yang menghendaki agar manajer MP musim depan diambilkan dari orang lokal. ''Saya sangat setuju jika manajer dari lokal. Tapi harus diketahui bahwa menjadi manajer itu berarti siap tekor. Makanya kemarin, kita bersyukur masih ada yang mau tekor. Kalau nanti ada orang lokal yang mau tekor, ya kita persilahkan. Soal penunjukan manajer, nanti sepenuhnya menjadi kewenangan pengurus MP yang baru,'' urainya.

Malam itu, dia banyak menceritakan perjalanannya menjadi pengurus MP sejak 2001. ''Tidak pernah dapat apa-apa. Yang ada justru tekor. Tapi tetap saya jalankan sebab cinta sepak bola,'' tegasnya. Makanya dia mengaku bersyukur masa kepengurusannya akan segera berakhir. ''Sebentar lagi, tugas saya di MP akan selesai. Karir PNS saya juga sudah memasuki masa pensiun. Giliran lainnya yang akan mengurus MP. Meski saya tetap siap memberi dukungan dari belakang,'' ungkapnya pasrah.

Makanya tidak salah jika Dandim 815 Mojokerto Letkol (inf) Irianto pernah menyatakan bahwa sejak sekarang Mustofa harus didekati. Agar nantinya, pada saat menjabat, benar-benar peduli dan mau memajukan MP. ''Empemania harus melakukan pendekatan dan mengajak bicara bupati terpilih, Mustofa,'' sarannya beberapa waktu lalu. Agar dia tahu aspirasi Empemania. Sehingga nantinya mau memenuhi harapan pecinta bola Kabupaten Mojokerto untuk secepatnya mengantarkan MP promosi ke kasta tertinggi sepak bola tanah air, Indonesia Super Liga (ISL).

''Syukur jika nanti dia sendiri mau menjadi manajer sehingga bisa seperti Lamongan,'' lontar Mamat Eko, ketua harian Empemania. Sebelum tampilnya bupati Lamongan, Masfuk, menjadi manajer Persela, perjalanan tim berjulik Laskar Angling Darmo tersebut memang terseok-seok. Tapi sejak Masfuk menjadi bupati dan memegang kendali manajer Persela tahun 2000, prestasi tim asal kota soto tersebut langsung meroket. Sehingga dalam waktu singkat bisa promosi ke Divisi Utama dan menembus ISL. Sehingga pada 2008, di pentas Piala Indonesia, mampu melibas MP dengan agregat mencengangkan 11-1. Setelah MP kalah di Lamongan 6-0, kemudian kalah lagi 5-1 di kandang sendiri.

PS MOJOKERTO PUTRA

 
PS MOJOKERTO PUTRA
 
PS Mojokerto Putra
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola Mojokerto Putra
Julukan Laskar Majapahit
Didirikan 2001
Stadion Gajah Mada, Mojosari
(Kapasitas: 10.000 orang)
Ketua Umum Drs. H. Achmady
Sekretaris Drs. Budiyono
Manajer Suwandi
Pelatih Nus Yadera
Liga Divisi Utama                                     
PS Mojokerto Putra (PSMP Mojokerto) adalah klub sepak bola yang berasal dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Klub ini bermarkas di Stadion Gajahmada, Mojosari, Mojokerto, Jawa TimurLiga Indonesia musim 2008/2009. yang berkapasitas 10.000 penonton. Tim ini memperoleh dana dari dana APBD Kabupaten Mojokerto dalam jumlah yang sangat sedikit, meskipun tidak didukung dengan dana yang sangat besar, tim ini mampu menjuarai Divisi 1


SUNGAI BRANTAS

Sungai Brantas adalah sebuah sungai di Jawa Timur yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau JawaBengawan Solo. setelah
Sungai Brantas bermata air di Desa Sumber Brantas (Kota Batu), lalu mengalir ke Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerto. Di Kabupaten Mojokerto sungai ini bercabang dua manjadi Kali Mas (ke arah Surabaya) dan Kali Porong (ke arah Porong, Kabupaten Sidoarjo). Kali Brantas mempunyai DAS seluas 11.800 km² atau ¼ dari luas Provinsi Jatim. Panjang sungai utama 320 km mengalir melingkari sebuah gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Kelud. Curah hujan rata-rata mencapai 2.000 mm per-tahun dan dari jumlah tersebut sekitar 85% jatuh pada musim hujan. Potensi air permukaan pertahun rata-rata 12 miliar m³. Potensi yang termanfaatkan sebesar 2,6-3,0 miliar m³ per-tahun

SUNGAI BRANTAS DALAM SEJARAH
Sejak abad ke 8, di DAS Kali Brantas telah berdiri sebuah kerajaan dengan corak agraris, bernama Kanjuruhan. Kerajaan ini meninggalkan Candi Badut dan prasasti Dinoyo yang berangka tahun 760 M sebagai bukti keberadaannya. Wilayah hulu DAS Kali Brantas di mana kerajaan ini berpusat memang cocok untuk pengembangan sistem pertanian sawah dengan irigasi yang teratur sehingga tidak mengherankan daerah itu menjadi salah satu pusat kekuasaan di Jawa Timur (Tanudirdjo, 1997). Sungai Brantas maupun anak-anak sungainya menjadi sumber air yang memadai. Bukti terkuat tentang adanya budaya pertanian yang ditunjang oleh pengembangan prasarana pengairan (irigasi) yang intensif ditemukan di DAS Kali Brantas, lewat Prasasti Harinjing di Pare. Ada tiga bagian prasasti yang ditemukan, yang tertua berangka tahun 726 S atau 804 M dan yang termuda bertarikh 849 S atau 927 M. Dalam prasasti ini, disebutkan pembangunan sistem irigasi (yang terdiri atas saluran dan bendung atau tanggul) yang disebut dawuhan pada anak sungai Kali Konto, yakni Kali Harinjing (Lombard, 2000).
Sungai Brantas memiliki fungsi yang sangat penting bagi Jawa Timur mengingat 60% produksi padi berasal dari areal persawahan di sepanjang aliran sungai ini. Akibat pendangkalan dan debit air yang terus menurun sungai ini tidak bisa dilayari lagi. Fungsinya kini beralih sebagai irigasi dan bahan baku air minum bagi sejumlah kota disepanjang alirannya. Adanya beberapa gunung berapi yang aktif di bagian hulu sungai, yaitu Gunung Kelud dan Gunung Semeru menyebabkan banyak material vulkanik yang mengalir ke sungai ini. Hal ini menyebabkan tingkat sedimentasi bendungan-bendungan yang ada di aliran sungai ini sangat tinggi. Merujuk khazanah sastra Jawa, sungai Brantas ini yang diduga kuat disebut sebagai Ci Ronabaya dalam naskah Bujangga Manik.

Permasalahan Utama

Permasalahan pokok di DAS Kali Brantas adalah fluktuasi air permukaan yang ditandai oleh dua peristiwa: kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim hujan. Kegagalan panen dan kelaparan menjadi akibat dari kekurangan air di musim kemarau, sebaliknya di musim hujan terjadi bencana yang mengakibatkan korban harta bahkan jiwa. Selain itu, kondisi aliran air Kali Brantas juga terkendala oleh endapan sedimen yang dihasilkan letusan Gunung Kelud (+1.781). Setiap 10 hingga 15 tahun, gunung ini meletus – melontarkan abu dan batu piroklastik ke bagian tengah dari DAS Kali Brantas – yang pada akhirnya menimbulkan gangguan fluvial pada aliran air Kali Brantas (Valiant, 2005).

Pengembangan Sumberdaya Air

Pengembangan DAS Kali Brantas dengan pendekatan «modern» dimulai sejak 1961 berlandaskan prinsip «satu sungai, satu rencana, satu manajemen terpadu» yang dilaksanakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kebijaksanaan pemerintah dari waktu ke waktu. Pengembangan dilakukan melalui 4 (empat) rencana induk pengembangan DAS. Sasaran utama rencana induk berturut-turut adalah pengendalian banjir (1961), penyediaan air irigasi (1973), penyediaan air baku (1985) dan konservasi dan manajemen sumberdaya air (1998). Uraian selengkapnya adalah sebagai berikut:
  • Rencana induk pertama memiliki sasaran pengendalian banjir oleh karena tanpa pengendalian maka pengembangan yang lain tidak bisa dilakukan. Pengendalian banjir dilakukan dengan membangun sejumlah bendungan untuk menampung kelebihan air, perbaikan alur sungai di bagian tengah DAS dan pembuatan jalur pelepas banjir (flood way). Selain itu disiapkan pula sistem peringatan dini banjir dan jejaring pemantauan hidrologi.
  • Rencana induk kedua memiliki sasaran penyediaan air irigasi, seiring kebijakan Pemerintah untuk mencukupi kebutuhan beras nasional dengan memperluas pertanian berbasis irigasi teknis. Sejumlah bendung dan bangunan pengambilan air dibangun dalam tahapan rencana induk ini.
  • Rencana induk ketiga memiliki sasaran penyediaan air baku, khususnya pelayanan air di daerah tengah dan hilir dari DAS Kali Brantas. Sejumlah bendung, sistem suplesi (penambahan debit) dan infrastruktur lain yang dapat dipakai melayani air baku dibangun dalam tahapan rencana induk ini.
  • Rencana induk ke empat ditekankan pada konservasi dan pengelolaan sumberdaya air. Pengelolaan air tidak saja mencakup aspek kuantitas namun juga ke arah pengendalian kualitas – walaupun masih bersifat terbatas. Dalam tahap ini dikembangkan sistem pengelolaan informasi hidrologi.
Hasil pengembangan menghasilkan sejumlah besar prasarana pengairan. Manfaat pembangunan antara lain: pengendalian banjir 50 tahunan di sungai utama yang mengurangi luas genangan sekuas 80.000 ha; irigasi untuk sawah seluas 345.000 ha dimana 83.000 ha berupa irigasi teknis langsung dari sungai induk (2,5 miliar m³ per-tahun), energi listrik 1.000 giga-W-jam per-tahun, suplai air baku untuk industri 130 juta m³ per-tahun dan domestik 240 juta m³ per-tahun.
Penduduk di wilayah sungai Kali Brantas mencapai 15,2 juta orang (1999) atau 43% dari penduduk Jatim dan mempunyai kepadatan rata-rata 1,2 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jatim. Adapun Kali Brantas mempunyai peran yang cukup besar dalam menunjang Provinsi Jatim sebagai lumbung pangan nasional. Dalam tahun 1994–1997, Provinsi Jatim telah memberi kontribusi rata-rata 470.000 ton beras/tahun atau sebesar 25% dari stok pangan nasional.
Pada pertengahan tahun 1980-an mulai timbul masalah mengenai «siapa» yang diberi tugas untuk mengelola bangunan prasarana pengairan pasca proyek agar bangunan, dengan total investasi tertanam di Kali Brantas sebesar Rp 7,38 triliun (nilai tahun 2000), dapat berfungsi sesuai yang direncanakan. Persoalan pengelolaan pasca pembangunan tersebut, terutama dalam hal institusi, sumberdaya manusia dan pendanaan. Mengacu pada pengalaman negara maju dan berdasar peraturan-perundangan yang ada serta untuk menjaga keberlanjutan fungsi prasarana pengairan tersebut, maka Pemerintah membentuk Perum Jasa Tirta I selaku BUMN pengelola Kali Brantas pada tahun 1990.