POSTING

Kamis, 20 Januari 2011

TEMPAT PERIBADATAN MASYARAKAT MOJOKERTO



Masjid Agung Al-Fattah didirikan pada jaman Belanda tepatnya pada tanggal 7 Mei 1878. Lokasi masjid ini berada di pusat kota sebelah Barat Alun-alun Kota Mojokerto yang digunakan untuk syiar Agama Islam.
Masjid Al-Fattah saat ini telah dipugar dan diperluas untuk menampung jamaah serta dilengkapi dengan fasilitas di antaranya :
·        perpustakaan
·        taman pendidikan Al-Quran
·        poliklinik
·        koperasi.
Bagi Anda yang singgah di Kota Mojokerto belum lengkap rasanya jika tidak mampir dan sholat serta berdo'a di Masjid Agung Al-Fattah agar perjalanan wisata anda bisa membawa barokah



Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat


Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat merupakan salah satu gereja tertua di Kota Mojokerto dan merupakan peninggalan jaman Belanda. Gereja ini terletak di Jl. A. Yani I dan didirikan pada tanggal 23 Desember 1899. Saat ini telah direnovasi guna menampung berbagai kegiatan Gerejani serta telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas di antaranya AC Band.
 



Klenteng Hok Siang Kiong


Klenteng Hok Siang Kiong didirikan pada jaman Belanda sekitar tahun 1823. Sedangkan Vihara Metta Sraddha didirikan pada tahun 1955. Lokasi Klenteng dan Vihara ini berada di Jl. Residen Pamudji. Ciri khas yang menonjol pada bangunan Klenteng dan Vihara ini adalah arsitekturnya khas Cina.

ALUN - ALUN KOTA MOJOKERTO



Aloon-aloon Kota Mojokerto yang terletak di pusat kota, bagi warga Kota Mojokerto dan sekitamya merupakan tempat rekreasi sekaligus sebagai sarana bersantai bagi keluarga di akhir pekan. Mulai pagi hari hingga malam hari, Aloon-aloon tidak pemah sepi dari berbagai kegiatan.
Pada pagi hari, banyak siswa-siswi memanfaatkan tempat ini untuk melakukan kegiatan olahraga ataupun sebagai tempat sarana bermain. Kala sore menjelang, warga sekitar, terutama para remaja, memanfaatkan lapangan Aloon-aloon untuk kegiatan sepakbola, ini yang amat meriah. Dan ketika senja tiba, puluhan PKL mengais rejeki dengan menjajakan aneka dagangannya hingga tengah malam.
Itulah potret Aloon-aloon Kota, yang tak pemah sepi oleh berbagai kegiatan dari pagi hingga malam hari. Anda dapat menikmati suasana santai lesehan di rumput lapangan aloon-aloon dengan menggelar alas tikar yang disewakan serta aneka jajanan yang terjangkau harganya dan enak rasanya.
Di area luar aloon-aloon akan kita dapati kendaraan khas kota Mojokerto yang disewakan yaitu Dokar dan Sepur Kelinci dengan rute mengelilingi sekitar aloon-aloon dan kota mojokerto

SEJARAH KERAJAAN MOJOPAHIT

Setelah raja S’ri Kerta-negara gugur, kerajaan Singhasa-ri berada di bawah kekuasaan raja Jayakatwang dari Kadiri. Salah satu keturunan penguasa Singhasa-ri, yaitu Raden Wijaya, kemudian berusaha merebut kembali kekuasaan nenek moyangnya. Ia adalah keturunan Ken Angrok, raja Singha-sa-ri pertama dan anak dari Dyah Le(mbu Tal. Ia juga dikenal dengan nama lain, yaitu Nararyya Sanggramawijaya. Menurut sumber sejarah, Raden Wijaya sebenarnya adalah mantu Ke(rtana-gara yang masih terhitung keponakan. Kitab Pararaton menyebutkan bahwa ia mengawini dua anak sang raja sekaligus, tetapi kitab Na-garakerta-gama menyebutkan bukannya dua melainkan keempat anak perempuan Ke(rtana-gara dinikahinya semua. Pada waktu Jayakatwang menyerang Singhasa-ri, Raden Wijaya diperintahkan untuk mempertahankan ibukota di arah utara. Kekalahan yang diderita Singhasa-ri menyebabkan Raden Wijaya mencari perlindungan ke sebuah desa bernama Kudadu, lelah dikejar-kejar musuh dengan sisa pasukan tinggal duabelas orang. Berkat pertolongan Kepala Desa Kudadu, rombongan Raden Wijaya dapat menyeberang laut ke Madura dan di sana memperoleh perlindungan dari Aryya Wiraraja, seorang bupati di pulau ini. Berkat bantuan Aryya Wiraraja, Raden Wijaya kemudian dapat kembali ke Jawa dan diterima oleh raja Jayakatwang. Tidak lama kemudian ia diberi sebuah daerah di hutan Te(rik untuk dibuka menjadi desa, dengan dalih untuk mengantisipasi serangan musuh dari arah utara sungai Brantas. Berkat bantuan Aryya Wiraraja ia kemudian mendirikan desa baru yang diberi nama Majapahit. Di desa inilah Raden Wijaya kemudian memimpin dan menghimpun kekuatan, khususnya rakyat yang loyal terhadap almarhum Kertanegara yang berasal dari daerah Daha dan Tumapel. Aryya Wiraraja sendiri menyiapkan pasukannya di Madura untuk membantu Raden Wijaya bila saatnya diperlukan. Rupaya ia pun kurang menyukai raja Jayakatwang.
Tidak terduga sebelumnya bahwa pada tahun 1293 Jawa kedatangan pasukan dari Cina yang diutus oleh Kubhilai Khan untuk menghukum Singhasa-ri atas penghinaan yang pernah diterima utusannya pada tahun 1289. Pasukan berjumlah besar ini setelah berhenti di Pulau Belitung untuk beberapa bulan dan kemudian memasuki Jawa melalui sungai Brantas langsung menuju ke Daha. Kedatangan ini diketahui oleh Raden Wijaya, ia meminta izin untuk bergabung dengan pasukan Cina yang diterima dengan sukacita. Serbuan ke Daha dilakukan dari darat maupun sungai yang berjalan sengit sepanjang pagi hingga siang hari. Gabungan pasukan Cina dan Raden Wijaya berhasil membinasakan 5.000 tentara Daha. Dengan kekuatan yang tinggal setengah, Jayakatwang mundur untuk berlindung di dalam benteng. Sore hari, menyadari bahwa ia tidak mungkin mempertahankan lagi Daha, Jayakatwang keluar dari benteng dan menyerahkan diri untuk kemudian ditawan oleh pasukan Cina.
Dengan dikawal dua perwira dan 200 pasukan Cina, Raden Wijaya minta izin kembali ke Majapahit untuk menyiapkan upeti bagi kaisar Khubilai Khan. Namun dengan menggunakan tipu muslihat kedua perwira dan para pengawalnya berhasil dibinasakan oleh Raden Wijaya. Bahkan ia berbalik memimpin pasukan Majapahit menyerbu pasukan Cina yang masih tersisa yang tidak menyadari bahwa Raden Wijaya akan bertindak demikian. Tiga ribu anggota pasukan kerajaan Yuan dari Cina ini dapat dibinasakan oleh pasukan Majapahit, selebihnya melarikan dari keluar Jawa dengan meninggalkan banyak korban. Akhirnya cita-cita Raden Wijaya untuk menjatuhkan Daha dan membalas sakit hatinya kepada Jayakatwang dapat diwujudkan dengan memanfaatkan tentara asing. Ia kemudian memproklamasikan berdirinya sebuah kerajaan baru yang dinamakan Majapahit. Pada tahun 1215 Raden Wijaya dinobatkan sebagai raja pertama dengan gelar S’ri Ke(rtara-jasa Jayawardhana. Keempat anak Kertanegara dijadikan permaisuri dengan gelar S’ri Parames’wari Dyah Dewi Tribhu-wanes’wari, S’ri Maha-dewi Dyah Dewi Narendraduhita-, S’ri Jayendradewi Dyah Dewi Prajnya-paramita-, dan S’ri Ra-jendradewi Dyah Dewi Gayatri. Dari Tribhu-wanes’wari ia memperoleh seorang anak laki bernama Jayanagara sebagai putera mahkota yang memerintah di Kadiri. Dari Gayatri ia memperoleh dua anak perempuan, Tribhu-wanottunggadewi Jayawisnuwardhani yang berkedudukan di Jiwana (Kahuripan) dan Ra-jadewi Maha-ra-jasa di Daha. Raden Wijaya masih menikah dengan seorang isteri lagi, kali ini berasal dari Jambi di Sumatera bernama Dara Petak dan memiliki anak darinya yang diberi nama Kalage(me(t. Seorang perempuan lain yang juga datang bersama Dara Petak yaitu Dara Jingga, diperisteri oleh kerabat raja bergelar ‘dewa’ dan memiliki anak bernama Tuhan Janaka, yang dikemudian hari lebih dikenal sebagai Adhityawarman, raja kerajaan Malayu di Sumatera. Kedatangan kedua orang perempuan dari Jambi ini adalah hasil diplomasi persahabatan yaang dilakukan oleh Ke(rtana-gara kepada raja Malayu di Jambi untuk bersama-sama membendung pengaruh Kubhilai Khan. Atas dasar rasa persahabatan inilah raja Malayu, S’rimat Tribhu-wanara-ja Mauliwarmadewa, mengirimkan dua kerabatnya untuk dinikahkan dengan raja Singhasa-ri. Dari catatan sejarah diketahui bahwa Dara Jingga tidak betah tinggal di Majapahit dan akhirnya pulang kembali ke kampung halamannya.
Raden Wijaya wafat pada tahun 1309 digantikan oleh Jayana-gara. Seperti pada masa akhir pemerintahan ayahnya, masa pemerintahan raja Jayana-gara banyak dirongrong oleh pemberontakan orang-orang yang sebelumnya membantu Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit. Perebutan pengaruh dan penghianatan menyebabkan banyak pahlawan yang berjasa besar akhirnya dicap sebagai musuh kerajaan. Pada mulanya Jayana-gara juga terpengaruh oleh hasutan Maha-pati yang menjadi biang keladi perselisihan tersebut, namun kemudian ia menyadari kesalahan ini dan memerintahkan pengawalnya untuk menghukum mati orang kepercayaannya itu. Dalam situasi yang demikian muncul seorang prajurit yang cerdas dan gagah berani bernama Gajah Mada. Ia muncul sebagai tokoh yang berhasil mamadamkan pemberontakan Kuti, padahal kedudukannya pada waktu itu hanya berstatus sebagai pengawal raja (be(ke(l bhayangka-ri). Kemahirannya mengatur siasat dan berdiplomasi dikemudian hari akan membawa Gajah Mada pada posisi yang sangat tinggi di jajaran pemerintahan kerajaan Majapahit, yaitu sebagai Mahamantri kerajaan.
Pada masa Jayana-gara hubungan dengan Cina kembali pulih. Perdagangan antara kedua negara meningkat dan banyak orang Cina yang menetap di Majapahit. Jayana-gara memerintah sekitar 11 tahun, pada tahun 1328 ia dibunuh oleh tabibnya yang bernama Tanca karena berbuat serong dengan isterinya. Tanca kemudian dihukum mati oleh Gajah Mada.
Karena tidak memiliki putera, tampuk pimpinan Majapahit akhirnya diambil alih oleh adik perempuan Jayana-gara bernama Jayawisnuwarddhani, atau dikenal sebagai Bhre Kahuripan sesuai dengan wilayah yang diperintah olehnya sebelum menjadi ratu. Namun pemberontakan di dalam negeri yang terus berlangsung menyebabkan Majapahit selalu dalam keadaan berperang. Salah satunya adalah pemberontakan Sade(ng dan Keta tahun 1331 memunculkan kembali nama Gajah Mada ke permukaan. Keduanya dapat dipadamkan dengan kemenangan mutlak pada pihak Majapahit. Setelah persitiwa ini, Mahapatih Gajah Mada mengucapkan sumpahnya yang terkenal, bahwa ia tidak akan amukti palapa sebelum menundukkan daerah-daerah di Nusantara, seperti Gurun (di Kalimantan), Seran (?), Tanjungpura (Kalimantan), Haru (Maluku?), Pahang (Malaysia), Dompo (Sumbawa), Bali, Sunda (Jawa Barat), Palembang (Sumatera), dan Tumasik (Singapura). Untuk membuktikan sumpahnya, pada tahun 1343 Bali berhasil ia ditundukan.
Ratu Jayawisnuwaddhani memerintah cukup lama, 22 tahun sebelum mengundurkan diri dan digantikan oleh anaknya yang bernama Hayam wuruk dari perkawinannya dengan Cakradhara, penguasa wilayah Singha-sari. Hayam Wuruk dinobatkan sebagai raja tahun 1350 dengan gelar S’ri Rajasana-gara. Gajah Mada tetap mengabdi sebagai Patih Hamangkubhu-mi (maha-patih) yang sudah diperolehnya ketika mengabdi kepada ibunda sang raja. Di masa pemerintahan Hayam Wuruk inilah Majapahit mencapai puncak kebesarannya. Ambisi Gajah Mada untuk menundukkan nusantara mencapai hasilnya di masa ini sehingga pengaruh kekuasaan Majapahit dirasakan sampai ke Semenanjung Malaysia, Sumatera, Kalimantan, Maluku, hingga Papua. Tetapi Jawa Barat baru dapat ditaklukkan pada tahun 1357 melalui sebuah peperangan yang dikenal dengan peristiwa Bubat, yaitu ketika rencana pernikahan antara Dyah Pitaloka-, puteri raja Pajajaran, dengan Hayam Wuruk berubah menjadi peperangan terbuka di lapangan Bubat, yaitu sebuah lapangan di ibukota kerajaan yang menjadi lokasi perkemahan rombongan kerajaan tersebut. Akibat peperangan itu Dyah Pitaloka- bunuh diri yang menyebabkan perkawinan politik dua kerajaan di Pulau Jawa ini gagal. Dalam kitab Pararaton disebutkan bahwa setelah peristiwa itu Hayam Wuruk menyelenggarakan upacara besar untuk menghormati orang-orang Sunda yang tewas dalam peristiwa tersebut. Perlu dicatat bawa pada waktu yang bersamaan sebenarnya kerajaan Majapahit juga tengah melakukan eskpedisi ke Dompo (Padompo) dipimpin oleh seorang petinggi bernama Nala.
Setelah peristiwa Bubat, Maha-patih Gajah Mada mengundurkan diri dari jabatannya karena usia lanjut, sedangkan Hayam Wuruk akhirnya menikah dengan sepupunya sendiri bernama Pa-duka S’ori, anak dari Bhre We(ngke(r yang masih terhitung bibinya.
Di bawah kekuasaan Hayam Wuruk kerajaan Majapahit menjadi sebuah kerajaan besar yang kuat, baik di bidang ekonomi maupun politik. Hayam Wuruk memerintahkan pembuatan bendungan-bendungan dan saluran-saluran air untuk kepentingan irigasi dan mengendalikan banjir. Sejumlah pelabuhan sungai pun dibuat untuk memudahkan transportasi dan bongkar muat barang. Empat belas tahun setelah ia memerintah, Maha-patih Gajah Mada meninggal dunia di tahun 1364. Jabatan patih Hamangkubhu-mi tidak terisi selama tiga tahun sebelum akhirnya Gajah Enggon ditunjuk Hayam Wuruk mengisi jabatan itu. Sayangnya tidak banyak informasi tentang Gajah Enggon di dalam prasasti atau pun naskah-naskah masa Majapahit yang dapat mengungkap sepak terjangnya.
Raja Hayam Wuruk wafat tahun 1389. Menantu yang sekaligus merupakan keponakannya sendiri yang bernama Wikramawarddhana naik tahta sebagai raja, justru bukan Kusumawarddhani yang merupakan garis keturunan langsung dari Hayam Wuruk. Ia memerintah selama duabelas tahun sebelum mengundurkan diri sebagai pendeta. Sebelum turun tahta ia menujuk puterinya, Suhita menjadi ratu. Hal ini tidak disetujui oleh Bhre Wirabhu-mi, anak Hayam Wuruk dari seorang selir yang menghendaki tahta itu dari keponakannya. Perebutan kekuasaan ini membuahkan sebuah perang saudara yang dikenal dengan Perang Pare(gre(g. Bhre Wirabhumi yang semula memperoleh kemenanggan akhirnya harus melarikan diri setelah Bhre Tumape(l ikut campur membantu pihak Suhita. Bhre Wirabhu-mi kalah bahkan akhirnya terbunuh oleh Raden Gajah. Perselisihan keluarga ini membawa dendam yang tidak berkesudahan. Beberapa tahun setelah terbunuhnya Bhre Wirabhu-mi kini giliran Raden Gajah yang dihukum mati karena dianggap bersalah membunuh bangsawan tersebut.
Suhita wafat tahun 1477, dan karena tidak mempunyai anak maka kedudukannya digantikan oleh adiknya, Bhre Tumape(l Dyah Ke(rtawijaya. Tidak lama ia memerintah digantikan oleh Bhre Pamotan bergelar S’ri Ra-jasawardhana yang juga hanya tiga tahun memegang tampuk pemerintahan. Bahkan antara tahun 1453-1456 kerajaan Majapahit tidak memiliki seorang raja pun karena pertentangan di dalam keluarga yang semakin meruncing. Situasi sedikit mereda ketika Dyah Su-ryawikrama Giris’awardhana naik tahta. Ia pun tidak lama memegang kendali kerajaan karena setelah itu perebutan kekuasaan kembali berkecambuk. Demikianlah kekuasaan silih berganti beberapa kali dari tahun 1466 sampai menjelang tahun 1500. Berita-berita Cina, Italia, dan Portugis masih menyebutkan nama Majapahit di tahun 1499 tanpa menyebutkan nama rajanya. Semakin meluasnya pengaruh kerajaan kecil Demak di pesisir utara Jawa yang menganut agama Islam, merupakan salah satu penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit. Tahun 1522 Majapahit tidak lagi disebut sebagai sebuah kerajaan melainkan hanya sebuah kota. Pemerintahan di Pulau Jawa telah beralih ke Demak di bawah kekuasaan Adipati Unus, anak Raden Patah, pendiri kerajaan Demak yang masih keturunan Bhre Kertabhu-mi. Ia menghancurkan Majapahit karena ingin membalas sakit hati neneknya yang pernah dikalahkan raja Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya. Demikianlah maka pada tahun 1478 hancurlah Majapahit sebagai sebuah kerajaan penguasa nusantara dan berubah satusnya sebagai daerah taklukan raja Demak. Berakhir pula rangkaian penguasaan raja-raja Hindu di Jawa Timur yang dimulai oleh Keng Angrok saat mendirikan kerajaan Singha-sari, digantikan oleh sebuah bentuk kerajaan baru bercorak agama Islam.
Ironisnya, pertikaian keluarga dan dendam yang berkelanjutan menyebabkan ambruknya kerajaan ini, bukan disebabkan oleh serbuan dari bangsa lain yang menduduki Pulau Jawa

Rabu, 19 Januari 2011

KULINER MURAH DI MOJOKERTO

Mojokerto adalah salah satu kota kecil yang berada sekitar enam puluh kilometer dari pusat pemerintahan daerah tingkat satu Propinsi Jawa Timur, Surabaya. Mojokerto terbagi atas dua wilayah, yaitu wilayah kabupaten dan kota. Tetapi, meskipun demikian tempat wisata kuliner di wilayah ini kiranya dapat dikatakan sama.
Sebenarnya, sejak jaman dulu Mojokerto dikenal sebagai kota tujuan wisata kuliner. Ada banyak makanan yang merupakan makanan khas Mojokerto, salah satunya onde-onde. Tetapi, jika Anda telusuri setiap sudut wilayah Mojokerto, baik kota maupun kabupaten, maka tempat-tempat wisata kulinernya sama.
Mojokerto merupakan salah satu wilayah di negeri ini yang pada jaman dahulu merupakan pusat pemerintahan kerajaan terbesar di negeri ini, yaitu Majapahit. Tetapi, jika Anda menelusuri beberapa sudut wilayah ini, maka ada banyak tempat yang dapat dijadikan sebagai tujuan wisata kuliner. Beberapa tempat tersebut adalah:
•    Bakso kerikil di depan Taman Makam Pahlawan
Bakso kerikil ini merupakan kuliner sederhana sebab keberadaannya tidak begitu mewah dan hanya ada ketika menjelang magrib saja. Bakso kerikil ini sebenarnya dapat dijadikan sebagai tempat wisata kuliner yang sangat presentatif sebab mempunyai kekhasan tersendiri dibandingkan jenis bakso yang lainnya.
Jika selama ini keberadaannya di depan Taman Makam Pahlawan hanya sebagai 'ampiran' saja, maka ke depannya harus dikelola secara sistematis. Wisata kuliner bakso kerikil ini jika dikelola secara baik, maka dapat menjadi icon memperkenalkan wilayah Mojokerto.
•    Krupuk Upil di Alun - Alun Kota
Krupuk upil adalah satu jenis krupuk yang proses penggorengannya dilakukan dengan menggunakan pasir panas. Dan, krupuk adalah makanan ringan yang sudah begitu umum di masyarakat. Biasanya, krupuk dimakan sebagai pendamping makan.
Sebagai kudapan, untuk menyempurnakan rasanya, maka krupuk upil didampingi dengan sambal petis. Sambal petis ini merupakan bumbu yang lezat dan mampu meningkatkan kenikmatan makan krupuk upil. Jika Anda melwati Kota Mojokerto, sebaiknya Anda mampir sebentar ke Alun-alun Kota, khususnya saat malam untuk menikmati wisata kuliner krupuk upil ini.. Kita dapat memuaskan selera kuliner kita di sana. Dan, yang penting harganya tidak mahal, bahkan sangat ekonomis.
•    Sate Keong SMK Brawijaya
Keong adalah satu jenis hewan bercangkang yang banyak hidup di persawahan. Keberadaan keong ini oleh para petani dianggap pengganggu sebab jika mereka hidup di sela-sela batang padi, maka keong memakan batang padi tersebut. Tetapi, jika mereka diolah menjadi makanan, sebenarnya sangat prospektif sebagai salah satu wisata kuliner yang menarik.
Ada 2 (dua) macam keong, yaitu keong kecil dan keong besar. Kedua macam keong ini sebenarnya mempunyai rasa yang nikmat jika dimasak menjadi makanan. Tentunya dalam hal ini dibutuhkan kreativitas agar kita dapat menjadikan makanan dari keong ini sebagai bagian dari wisata kuliner. Dan, salah satu masakan lezat yang dapat diunggulkan adalah sate keong.
Untuk mengolah menjadi sate dan menjadikannya tujuan wisata kuliner, kita harus mengeluarkan keong dari cangkangnya. Proses pengeluarkan keong dari cangkangnya diawali dengan merebusnya hingga mendidih. Setelah itu, kita mencongkel keong dari cangkangnya. Jika keong sudah keluar dari cangkangnya, maka kita dapat menusuknya dengan tusuk sate dan membakarnya diatas bara arang. Maka jadilah sate keong yang lezat jika diberi bumbu sebagaimana umumnya.
Sate keong ini dikenal dengan nama sate keong SMK Brawijaya sebab tempat mangkalnya ada di depan SMK Brawijaya. Oleh karena itulah, Anda hanya bisa makan disana malam hari. Dengan suasana yang begitu indah, maka sebenarnya sate keong SMK Brawijaya ini mempunyai prospek baik untuk dijadikan wisata kuliner di Kota Mojokerto. Apalagi jika mengetahui harganya yang sangat murah.
    Sambel Wader di Kolam Segaran
Wader adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak didapatkan di perairan negeri ini. Setiap daerah sebenarnya mempunyai jenis ikan ini. Wader termasuk jenis ikan air deras. Ternyata, jika kita mengolah ikan ini menjadi makanan, sangat lezat dan gurih. Semakin kreatif kita dalam mengolah ikan ini, maka semakin enak rasa yang didapatkan. Oleh karena itulah, perlu kita pikirkan bagaimana caranya untuk dapat menjadikannya sebagai tujuan wisata kuliner.
Di daerah Segaran, yaitu kolam besar peninggalan Kerajaan Majapahit adalah sebuah warung yang begitu piawai dalam mengolah ikan wader menjadi masakan yang lezat. Sebenarnya bukan masakan yang wah, tetapi kenikmatannya sungguh memikat hati. Setiap saat warung tersebut selalu penuh dengan pembeli. Jika tempat ini dikelola sebagai tujuan wisata kuliner Mojokerto, pasti dapat berkembang pesat.

BUBUR KHAS MOJOKERTO

Bubur Srontol khas Mojokerto.
Mojokerto adalah kota yang terletak sekitar 50-an kilometer dari Surabaya ke arah Barat. Ada banyak sekali masakan khas dari daerah ini. Salah satunya adalah Bubur Srontol. Meskioun namanya unik, namun penampilannya sudah kita kenal sebelumnya. Berbahan dasar ketan yang dibentuk seperti bola bola kecil, mungkin disini kita lebih mengenalnya sebagai biji salak. . Bubur stontol ini dilengkapi dengan dawet, mutiara sagu, srontol lalu diberi saus gula merah, santan dN es batu. Harganya pun sangat terjangkau.
Bahan bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut :

Bahan Srontol
75 gram tepung ketan
10 gram tepung sagu
1/8 sendok teh garam
½ sendok teh kapur sirih
750 ml air
200 gram gula merah
2 lembar daun pandan
½ sendok teh garam
30 gram tepung ketan dan 3 sendok makan air, dilarutkan

Bahan Bubur Sumsum
100 gram repung beras
1.100 ml santan dari 1 butir kelapa
3 lembar daun pandan
½ sendok teh garam

Bahan Kuah.
200 ml santan dari ¼ butir kelapa
1 lembar daun pandan
1/8 sendok teh garam

Bahan Pelengkap
150 gram dawet hijau
50 gram sagu mutiara, direbus
1.000 gram es batu

Cara Membuat.
Srontol :
Campur tepung ketan, tepung sagu, garam dan air kapur sirih. Masukkan air hangat sedikit dikit sambil diuleni sampai kalis. Bentuk bola bola sebesar kelereng. Sisihkan
Rebus air dan gula merah sampai larut. Saring. Rebus lagi bersama garam dan saun pandan sampai mendidih. Masukkan bola bola. Rebus sampai terapung dan matang.
Tuang larutan tepung ketan sambil diasuk, masak sampai meletup letup. Angkat dan sisihkan.
Bubur Sumsum :
Larutkan tepung beras dengan santan.Tambahkan daun pandan dan garam. Masak sambil diaduk sampai meletup letup dan matang.
Kuah Santan:
Rebus semua bahan kuah santan sampai mendidih.
Sajikan bubur sumsum bersama dawet hijau, sagu mutiara, srontol, kuah santan dan es batu.

JAJANAN KHAS KOTA MOJOKERTO


Onde-Onde dan Keciput Bo Liem merupakan makanan khas daerah Kota Mojokerto.Bagi anda yang berkunjung ke Kota Mojokerto belum lengkap rasanya kalau belum merasakan makanan khas tersebut. Makanan ini bisa kita dapatkan di Toko Kue Keluarga Bo Liem yang berada di daerah :
1. Bo Liem, Jl. Gajah Mada
2. Bo Liem, Jl. Niaga 21 - Telp. (0321) 321598

RELIEF LAMBANG KEBESARAN KERAJAAN MOJOPAHIT





Mojokerto terutama wilayah Kabupaten Mojokerto termasuk dalam daerah strategis di Jawa Timur yaitu wilayah GERBANGKERTASUSILA terletak pada posisi 7'71 sampai dengan 7'45' lintang selatan dan 111'19' sampai dengan 112'39 bujur timur. Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Lamongan dan Gresik, sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Malang dan Pasuruan, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jombang. Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Timur yang kaya akan berbagai obyek dan daya tarik wisata. Kabupaten Mojokerto memiliki obyek wisata yang sangat banyak diantaranya obyek wisata alam,budaya,kepurbakalaan,wisata buatan dan pendukung wisata kerajinan/cinderamata serta makanan khas dan juga produk unggulan. Situs peninggalan kerajaan Majapahit di Trowulan misalnya merupakan bukti sejarah yang menunjukkan bahwa Mojokerto dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan besar yang berhasil menyatukan wilayah Nusantara. Kebesaran Majapahit tentunya menjadikan masyarakat Mojokerto masih mewarisi keagungan budayanya. Menurut catatan sejarah dan beberapa prasasti yang layak dipercaya menunjukkan bahwa, pusat pemerintahan kerajaan Majapahit berada di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Mojokerto tepatnya di Trowulan.







Dari beberapa situs peninggalan Majapahit tersebut selain mempunyai nilai sejarah yang tinggi juga merupakan daya tarik wisata yang sangat memikat. Termasuk benda-benda peninggalan yang berupa patung serta peninggalan yang lainnya dapat dilihat dalam museum purbakala yang letaknya dekat dengan Pendopo Agung yangmerupakan bangunan khas jawa Majapahit yang didirikan diarea dimana terdapat beberapa umpak yang diyakini sementara orang sebagai umpak bangunan keraton Majapahit. Selain trowulan Gunung Penanggungan juga merupakan daerah wisata budaya yang cukup menarik. Disini tersebar tidak kurang dari delapan puluh candi, sehingga ada sementara orang menjuluki gunung Penanggungan denga istilah The Mountain with The Thousand Temples. Bentuk-bentuk candi di gunung Penanggungan sangat lain dengan candi pada umumnya,yaitu berupa bangunan teras berundak yang diatasnya terdapat altar upacara. Trawas selain sebagai kawasan wisata alam,juga terdapat peninggalan yang sangat spektakuler. Disini ditemukan Archa Buha Aksobya terbesar di Indonesia yang oleh masyarakat disebut dengan nama Reco Lanang dan Reco Wadon. Pengantin Majaputri misalnya merupakan salah satu bentuk replika keagungan budaya kerajaan Majapahit. Berbagai karya seni dan kerajinan yang dihasilkan oleh masyarakat Mojokerto merupakan cendera mata yang akan memberikan kenangan tersendiri bagi wisatawan yang datang dan membawanya.Datanglah bersama teman,keluarga ataupun teman spesial sebagai tempat refresing,belajar atau sekedar membawa oleh-oleh. Okey kalau anda penasaran banget datang saja di kotaku ini dijamin memuaskan dan happy ending.....Selamat Datang di Mojokerto