POSTING

Selasa, 18 Januari 2011

KEADAAN GEOGRAFIS KABUPATEN MOJOKERTO

Keadaan Geografis Mojokerto
Wilayah Kabupaten Mojokerto terletak di antara 1110 20’13” sampai dengan 1110 40’47” bujur timur dan antar 7018’35” sampai dengan 70 47” lintang selatan.
Secara geografis Kabupaten Mojokerto tidak berbatasan dengan pantai, hanya berbatasan dengan wilayah Kabupaten lainnya : 
  • Sebelah Utara    :  Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik
  • Sebelah Timur    :  Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan
  • Sebelah Selatan :  Kabupaten Malang
  • Sebelah Barat    :  Kabupaten Jombang
 
Disamping itu wilayah Kabupaten Mojokerto juga mengitari wilayah Kota Mojokerto yang terletak ditengah-tengah wilayah Kabupayen Mojokerto.
 
 
Topografi
Topografi wilayah Kabupaten Mojokerto cenderung di tengah dan tinggi di bagian selatan dan utara. Bagian selatan merupakan wilayah pegunungan yang subur, meliputi Kecamatan Pacet, trawas, Gondang dan jatirejo. Bagian tengah merupakan wilayah dataran, sedangkan bagian utara merupakan daerah perbukitan kapur yang kurang subur.
 
Sekitar 30% dari seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto kemiringan tanahnya lebih dari 15 derajat, sedangkan sisanya merupakan wilayah dataran dengan tingkat kemiringan lahan kurang dari 15 derajat.
 
Letak ketinggian kecamatan-kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto rata-rata berada dibawah 500 m dari permukaan laut, kecamatan yang memiliki ketinggian tertinggi adalah Kecamatan pacet, dimana ketinggiannya berada pada lebih 700 m dari permukaan laut.
 
Secara administrative wilayah Kabupaten Mojokerto terdiri dari 18 kecamatan, 304 desa. Luas wilayah secara keseluruhan Kabupaten mojokerto adalah 692,15 km2, dimana bila lita amati wilayah Kecamatan Dawarblandong merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar.

Tabel Tinggi dan Luas Daerah Menurut Kecamatan 2008
No Kecamatan Tinggi Rata-Rata dari Permukaan Laut (m) Luas Daerah*) (Km2)
1 Jatirejo 140 32,98
2 Gondang 240 39,11
3 Pacet 570 45,16
4 Trawas 800 29,87
5 Ngoro 25 57,48
6 Pungging 30 48,14
7 Kutorejo 500 42,83
8 Mojosari 36 26,65
9 Bangsal 30 24,06
10 Mojoanyar 23 23,02
11 ]Dlanggu 17 35,42
12 Puri 70 35,65
13 Trowulan 40 39,20
14 Sooko 64 23,46
15 Gedek 26 22,98
16 Kemlagi 22 50,05
17 Jetis 35 57,17
18 Dawarblandong 75 58,93
  Kab. Mojokerto 30 692,15
* Sumber BPS Kabupaten Mojokerto
  Keterangan :
  *)  Luas daerah tidak termasuk hutan negara
 

MAKNA LAMBANG DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO

Makna Lambang Daerah Kabupaten Mojokerto
 
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 1 Tahun 1972 Tambahan Lembaran Daerah Propinsi Jawa Timur Tahun 1973 seri C Tanggal 31 Agustus 1973 No. 166/C :

Pasal 7
(1)    Tiga lingkaran inti bulat yang berwarna kuning emas, abu-abu suram dalam perisai berwarna merah putih adalah melukiskan :
a.   Tiga jaman kehidupan dan perjuangan bangsa Indonesia yaitu :
1.      Kuning emas      : Jaman keemasan Mojopahit
2.       Abu abu suram  : Jaman penjajahan
3.       Kuning               : Jaman kemerdekaan 17 Aguastus 1945
 
b.  Lahiriyah dan bathiniyah :
  1. Lingkaran dalam yang mengibaratkan bhatiniyah;
  2. Lingkaran luar yang mengibaratkan lahiriyah;
  3. Kedua lingkaran dalam dan luar (kombinasi) yang mengibaratkan
       bhatiniyah dan lahiriyah adalah sama-sama (satu);

 
(2)   Uruta-urutan 3  zaman termaksud pada sub a. sengaja dimulai dari bagian dalam sehingga zaman kemerdekaan dilukiskan di bagian luar bidang gerak kemajuan yang luas disegala lapangan didasari politik Negara yang bebas aktif.
 
 
Pasal 8
(1)     Pura adalah Pura Wringin Lawang yang berwarna putih merah terdiri dari :
  1. sususnan pilar pertama 7)
  2. susunan pilar kedua 5) = jumlah 17
  3. susunan pilar ketiga 5)
 
yang menggambarkan kemakmuran dalam gambar berombak sungai 5 yang melukiskan Panca Usaha dalam meningkatkan produksi pertanian.
 
 
Pasal 9
Pohon beringin dimaksudkan pada pasal 4 Peraturan daerah ini mengandung makna sebagai berikut :
(1)  Pohon berliku 17 melambangkan perjuangan yang abadi yaitu Pemerintah yang memberikan pengayoman bagi rakyatnya di 17 Kecamatan;
(2)  Pohon bercabang 3 melukiskan  3 landasan perjuangan
1.  Idiil               : pancasila;
2.  Strukturil      : UUD 1945;
3.  Operasional  : Keputusan-keputusan Sidang MPR (S);
  1. Daun beringin berliku 17 melukiskan angka 17;
  2. Sulur berjumlah 8 melukiskan angka 8;
  3. Sulur berjumlah 5 melukiskan Pancasila;
  4. Jumlah liku pada akar @ 3 = 15 ditambang dengan jumlah a, b, c dan d menjadi 15 yang melukiskan angka 45 sehingga pada pohon beringin itu terdapat angka keramat 17-8-45 yang dijiwai pancasila.
 
Pasal 10
Kata-kata WIJNA dan MANTRIWIRA adalah semboyan dari Gajah Mada yang berarti :
WIJNA            :      Bijaksana, berpandangan luas dan penuh hikmah dalam kesukaran dan kepentingan;
MANRIWIRA    :      PEMBELA NEGARA YANG SEALU BERANI, TIDAK BERBUAT SALAH KARENA YAKIN BERTINDAK DENGAN PENUH KESUCIAN DEMI KEPENTINGAN Bangsa dan Negara.
 
Semboyan itu singkatnya berarti pahlawan yang berani, bijaksana dan penuh tanggungjawab.
 
Pasal 11
(1)     Gambar padi dan kapas melukiskan  cukup sandang dan pangan 
(2)     Daun dan buah maja mengingatkan pada sejarah nama Majopahit (buah maja rasanya pahit) 
(3)     a.   Daun dan bunga kapas serta daun dan buah maja di sebelah kiri lingkaran luar berjumlah 17;
         b.   Antara gambar padi dan kapas di sebelah bawah terdapat hurup BRA yang berbentuk angka 8
         c.    Daun dan buah maja serta butir-butir padi di sebelah kanan lingkaran berjumlah 45
         d.   Hiasan pura bersusun 4 kiri kanan = s
         e.   umlah pilar kanan/kiri 34)
         f.    Pura bertingkat 6)
         g.   Pura tingkat 5)
 
(4)     Adalah mengandung 2 (dua) makna :
1.      Melambangkan Daerah Kabupaten Mojokerto dengan 17 Kecamatan yang dahulu menjadi pusat Pemerintahan Kerajaan Mojopahit tempat-tempat sisa peninggalan zaman Mojopahit itu. Dalam 17-8-45 daerah Mojokerto mencatat pula banyak sejarah dan peristiwa kepahlawanan yang menunjukkan jiwa patriot dan kesadaran untuk bernegara dari rakyat.
2.      Melukiskan angka keramat 17-8-45, yang mengandung arti bahwa bathiniyah yang dilukiskan sebagai lingkaran dalam ayat (1) sub b pasal 7 Peraturan daerah ini adalah berjiwa 17-8-45;
 
(5)     Tangga pada Pura yang berjumlah 5 melukiskan  panca tertib sebagai jalan dan cara serta bagi pelaksanaan stabilitas Politik Ekonomi;
 
(6)     Sungai adalah sungai Brantas yang melintasi daerah Kabupaten Mojokerto dengan Brantas deltanya.
 
(7)     Warna buah maja tidak sama menunjukkan suatu proses perkembangan jalannya Pemerintahan yang makin lama makin disempurnakan sesuai dengan kemajuan Bangsa Indonesia.
 
Pasal 12
(1)     Huruf BRA singkatan dari Brawijaya dapat diartikan Bra berarti agung atau popular dan Wijaya berarti kemenangan gemilang (harum) sedangkan buah maja yang berjumlah semua 9 melukiskan kejayaan;
(2)     Jumlah buah Maja 9 menggambarkan walisongo yang kesemuanya berketuhanan Yang maha Esa, lagi pula angka 9 adalah kesatuan yang paling tinggi melukiskan bahwa Kabupaten Mojokerto bercita-cita tinggi;
(3)     Huruf BRA dilukiskan dengan garis-garis berbentuk lambang yang melukiskan/melambangkabn kesatuan dan persatuan yang kokoh kuat dan kekal abadi.
 
Pasal 13
Pada lingkaran dalam dan luar terdapat kombinasi sebagai berikut :
1.      Daun dan buah maja serta daun dan bunga kapas dalam lingkaran sebelah kiri berjumlah 17;
2.      Jumlah sulur pohon beringin dalam lingkaran bagian dalam berjumlah 8;
3.      Daun dan buah maja serta padi dalam lingkaran luar sebelah kanan berjumlah 45;
 
Keseluruhan dari a, b, dan c tersebut menunjukkan angka keramat 17-8-45 terdapat pada lingkaran bagian luar dan dalam secara kombinasi yang melukiskan adanya jiwa terdapat pada bagian luar dan dalam secara kombinasi yang melukiskan adanya ikatan 17-8-45 antara lahiriyah dan bathiniyah (satu kata dan perbuatan)
 
 
Pasal 14
Bunga teratai putih berujung lima adalah lambing dari Departemen Dalam Negeri yang menunjukkan kesucian hidup ditengah-tengah masyarakat Pancasila.
 
 
Pasal 15
Perisai bersudut lima berwarna putih melambangkan perjuangan membela Pancasila secara gagah berani dan konsekwen, dengan sifat kesatria dan jujur tanpa pamrih serta penuh kesucian lahir/batin.
 
 
Pasal 16
Warna-warna yang dipergunakan dalam Lambang daerah berarti sebagai berikut :
  1. Kuning emas berarti = kebebasan/keluhuran
  2. Kuning biasa berarti harapan
  3. Merah berarti keberanian
  4. Putih berarti kesucian
  5. Hijau berarti kemakmuran
  6. Biru berarti ketenangan yang abadi
  7. Hitam berarti kesataun/kokoh
  8. Merah bata berarti semangat tak kinjungan padam
  9. Abu-abu suram = masa suram dan penuh penderitaan
 
 
Pasal 17
Dilihat dari keseluruhan Lambang daerah melukiskan Kabupaten Mojokerto sebagai daerah panjang-punjung, pasir wukir gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja, ambeg paramaarta.

RIWAYAT SINGKAT HARI JADI KOTA MOJOKERTO

Riwayat Singkat Hari Jadi Kabupaten Mojokerto
Dengan melihat sinyal pada pasal-pasal dua Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 22/Tap/Kdh/1973 tanggal 12 September 1973, bahwa Ketetapan tentang hari jadi tersebut bersifat sementara, maka pada masa kepemimpinan Bupati Mojokerto H. Mahmoed Zain, SH, M Si sejak awal menjabat, mulai mengadakan pendekatan, mengingat hari jadi Kabupaten Mojokerto yang telah ditetapkan pada Mojokerto yang mempunyai akar sejarah berkaitan erat dengan kebesaran Kerajaan Mojopahit. Maka mulailah dilakukan berbagai upaya untuk menelusuri hari jadi Mojokerto yang lebih berakar kepada perjuangan para pendahulu bangsa ketika pada saat kejayaannya, untuk dijadikan semangat dalam membangun dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa saat ini serta dapat memberikan gambaran untuk mampu memberikan loncatan prestasi dimasa mendatang dengan menggali potensi yang ada di daerah.
Upaya pendekatan tersebut antara lain :
  1. Pada tanggal 20 Agustus 1991 dilaksanakan "Seminar Sehari" dengan thema "Kabupaten Mojokerto Menyongsong Hari Esok"
  2. Pada tanggal 8 September 1992, dilaksanakan simposium Menyongsongg Tujuh Abad Mojopahit, yang dihadiri oleh Bapak Sekjen Depdagri, Gubernur Kepala Daerah tingkat I Jawa Timur, Javanologi Surabaya, Pakar-pakar sejarah baik yang datangnya dari Kabupaten Mojokerto sendiri maupun dari luar daerah.
  3. Disamping itu, berbagai pihak telah memberikan sumbang saran seperti dari kalangan Cerdik Cendikiawan, dari perguruan tinggi dari instansi baik yang datangnya dari Kabupaten Mojokerto sendiri maupun dari luar daerah.
  4. Pembentukan Tim Penulisan Sejarah dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 438 Tahun 1992 tentang Pembentukan Tim Penulisan Sejarah Mojokerto.
Dengan memperhatikan rentetan peristiwa yang terjadi maka dapat ditetapkan 8(delapan) alternatif untuk dipertimbangkan sebagai Hari Jadi Mojokerto yaitu :
  1. Pertemuan antara Perdana Menteri Mojopahit, Shi - nan - da - cha - ya dengan shih-pi, Panglima tertinggi pasukan Tar-Tar, dapat dipandang sebagai wujud pengakuan diplomatik atas Negara berdaulat dalam rangka kerjasama Internasional untuk menyerang Doho.
    Hal ini akan mengacu pada tanggal 1 bulan ke 3 Tarikh Cina atau tanggal 8 April 1293.
  2. Pada saat Raden Wijaya mulai mengatur strategi untuk melawan pasukan Tar-tar, saat ia memperoleh ijin dari kota Kediri ke Mojopahit pada tanggal 2 bulan ke 4 Tarikh Cina. Titik waktu ini merupakan titik awal kemenangan diplomatik dan militer dipihak Raden Wijaya, karena mulai saat tersebut secara bertahab ia berhasil mengalahkan pasukan Tar-Tar. Dalam Tarikh Masehi peristiwa tersebut adalah tanggal 9 Mei 1293.
  3. Titik waktu tentara Mojopahit memperoleh kemenangan total terhadap pasukan Tar-tar. ini berarti mengacu pada keputusan pimpinan pasukan Tar-tar untuk meninggalkan Pat-shieh, pada tanggal 24 bulan 4 Tarikh Cina atau tanggal 31 Mei 1293.
    Titik waktu ini ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Surabaya.
  4. Titik waktu penobatan Raden Wijaya sebagaimana diceritakan pada Kitab Harsa Wijaya atau Titik waktu penerbitan Prasasti Gunung Botak.
  5. Dari Khasanah Kidung, juga menunjukkan titk waktu peristiwa penting dalam sejarah Mojopahit.
  6. Dari khasanah prasasti juga ditemukan titk waktu peristiwa yang erat kaitannya dengan sejarah Mopahit.
    Kidung Harsa Wijaya menyebutkan bahwa Penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Terjadi pada tanggal 12 Nopember 1293 (1215 C). Titik waktu ini dikemudian dikenal sebagai Hari Mojopahit. Prasasti Gunung Botak yang diterbitkan pada tanggal 11 September 1294 memberitakan secara panjang lebar riwayat Rajakuta Mojopahit.
  7. Perjanjian Gianti yang tangani pada tanggal 13 Pebruari 1755.
  8. Saat ditanda tangani penyerahan Kabupaten Japan pada tanggal 1 Agustus 1812 oleh Kesultanan Jogyakarta kepada Perintah Inggris di Jawa.
Selanjutnya setelah melalui proses pembahasan didalam sidang-sidang Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mojokerto, mengenai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto telah disepakati bahwa Hari Jadi Kabupaten Mojokerto adalah tanggal 9 Mei 1293 Masehi, dengan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nomor : 09 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993, tentang persetujuan Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Mojokerto saat itu H. Mahmoed Zain, SH mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor : 230 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.
Dari uraian-uraian tersebut diatas disimpulkan bahwa :
Dengan tidak diberlakukannya Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto tanggal 12 September 1973 Nomor : 22/TAP/Kdh/1973 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Hari jadi Mojokerto adalah tanggal 09 Mei 1293 Masehi yang selanjutnya ditetapkan sebagai Hari jadi Kabupaten Mojokerto.

festival bulan purnama mojopahit 2010

Bertempat di pelataran Candi Wringin Lawang Trowulan, semalam (27/7) diselenggarakan “Festival Bulan Purnama Majapahit Trowulan 2010”. Dihadiri Kadin Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Kadin Pendidikan, Dirjen Kesenian Kementrian Pariwisata, Dewan Kesenian Jatim, Dewan Kesenian Kab dan Kota Mojokerto serta masyarakat.
Festival Bulan Purnama Majapahit rutin diselenggarakan setiap bulan bertepatan dengan munculnya bulan purnama. Festival ini dimeriahkan berbagai kesenian yang berbeda di setiap bulannya baik dari seniman mojokerto juga seniman dari luar daerah. Kesenian tari, mocopat, pembacaan puisi, ludruk dan pentas teater. Pada bulan Juli ini, festival bulan purnama menampilkan pementasan teater.
Pementasan menampilkan 2 pentas teater dengan judul yang berbeda. Pentas teater “Kisah Penggali Batu” oleh Lidhie Art Forum Mojokerto, naskah dan sutradara Bagus Mahayasa. Pementasan cerpen berjudul “Merdeka” karya Putu Wijaya oleh Komunitas Seni Persada, Desa Batankrajan Kec. Gedeg dengan sutradara Files. Selesai pementasan teater dilanjutkan dengan Diskusi Teater dengan narasumber R. Giryadi, Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jatim dan W. Haryanto dari Balai Bahasa Surabaya.
“Kegiatan festival ini sebagai salah satu ajang promosi wisata Trowulan yang diharapkan nantinya dapat menjadi even nasional juga dapat mendatangkan wisatawan serta mengangkat kesenian daerah. Selain itu Dinas Pariwisata beserta Pemkab juga akan terus mengembangkan infrastruktur guna menunjang fasilitas pariwisata, seperti membangun kios-kios untuk masyarakat di sekitar obyek wisata yang ada di trowulan dimana dapat digunakan untuk menjual makanan khas Mojokerto”, ungkap Kadin Disporabudpar, Drs. Afandi Abdul Hadi, SH, MPd.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Kesenian Kementrian Pariwisata, Ismail menyampaikan bahwa Pemerintah pusat sangat mendukung kegiatan festival ini sebagai salah satu promosi mengangkat pariwisata daerah sesuai dengan program “Semarak Budaya” yang dicanangkan oleh Menteri Pariwisata. Untuk pengembangannya, pemerintah pusat mengajak sharing dengan pemkab guna memenuhi kelayakan serta promosi pariwisata di daerah. (Bagian Humas dan PDE)

Rabu, 12 Januari 2011

ANGKA JITU HARI INI

Selama ini banyak kalangan kaum bawah ato minoritas yang sering berharap akan mudahnya mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan hidup dengan berburu angka judi TOGEL, sebut saja MR. X ( narasumber kami yang tidak mau disebutkan namanya ) " setiap hari saya melakukan ritual untuk mendapatkan sebuah rangkaian ANGKA TOGEL di berbagai macam lokasi yang dianggap masyarakat sakral ato keramat".., MR. J ( narasumber kami yang tidak mau disebutkan namanya )" saya setiap ada judi togel saya sering berkenjung ke tempat orang pintar ( dukun )..., lain lagi dengan MR. A ( narasumber kami yang tidak mau disebutkan namanya ) " saya justru gak percaya sama orang pintar ato tempat keramat yang dianggap bisa memberikan angka TOGEL, saya meyakini bahwa bermain judi togel sama hal nya kita bermain judi kartu ada faktor keberuntungan dari manusia itu sendiri, lebih baik kita utak atik angka yang keluar kemarin ( ramal prediksi angka togel ) seperti contoh untuk hari ini :  
angka main 2.4 lawan 9.8
colok 9 dan 4
angka jadi 1948